Kamis, 12 Januari 2012

beberapa mitos tentang hewan

MITOS ASAL MULA LABA LABA
Dahulu kala di kota Maionia di daerah Asia Minor, hiduplah seorang gadis cantik yang memiliki bakat menenun yang sangat luar biasa. Bukan hanya hasil karyanya, namun cara dia menenun pun sangat cantik, bahkan para nimfa akan meninggalkan hutan dan mata air mereka hanya untuk melihatnya menenun dan menikmati karyanya. Nama sang penenun ulung itu adalah Arakhne.
Ia mengambil gulungan benang yang kusut, kemudian dengan telaten mengurainya dan membentuknya menjadi halus dan ringan seperti awan. Setiap gerakan tangannya sangat piawai dalam mengatur belitan, jahitan, dan pola-pola dalam tenunannya. Saking indahnya tenunan gadis itu, banyak orang yang mengatakan bahwa dewi Athena (dewi penenun) sendirilah yang mengajarinya menenun.
Namun Arakhne bereaksi keras terhadap kata-kata itu. Ia menolak jika ia dianggap sebagai murid dari Athena, bahkan ia berkata bahwa kemampuan menenunnya mampu mengalahkan Athena dan ia juga menantang secara terbuka dewi Athena untuk mengadu keahlian menenun dengannya.
Athena mendengar kesombongan Arakhne, namun ia masih ingin memberikan kesempatan bertobat pada Arakhne. Athena pun mendatangi Arakhne yang sedang menenun dalam wujud seorang wanita tua.
Wanita tua itu berkata, "Tenunanmu memang sangat indah, tapi dengarkanlah saranku. Kau boleh menantang sesama manusia untuk mengadu kemampuan menenun semaumu, namun janganlah menantang seorang dewi, malah menurutku sebaiknya kau meminta maaf kepada Athena atas kata-katamu sebelumnya. Ia sangat bijak dan pemaaf, kau mungkin masih bisa dimaafkannya."
Arakhne langsung berhenti menenun, kemudian berteriak kepada wanita tua itu, "Simpan saja saranmu untuk anak cucumu nenek tua! Aku tahu apa yang aku katakan dan tidak akan mencabutnya!! Aku tidak takut dengan dewimu, biar saja dia datang dan mencoba melawanku!!"
Athena pun melepaskan penyamarannya dan menjawab, "Tantanganmu kuterima."
Para nimfa yang ada, langsung bersujud di hadapan Athena, demikian juga orang-orang lainnya. Sementara Arakhne gugup melihat kehadiran sang dewi, namun ia tetap melanjutkan tantangan itu.


Athena menghukum Arakhne.
Pertandingan antara Arakhne dan Athena berlangsung seru. Benang-benang melayang ringan penuh warna dan keindahan. Masing-masing menenun dengan sangat cepat, namun dengan gerakan yang amat cantik. Tak lama, kain hasil tenunan mereka pun selesai.
Pada kain tenunan Athena, bagian tengahnya terdapat gambar kedua belas dewa Olimpus di atas tahta masing-masing, dan di keempat sudutnya tergambarkan para dewa yang marah dengan manusia-manusia yang membangkang. Hal itu untuk memperingatkan lawannya agar lekas menyerah sebelum semuanya terlambat.
Sedangkan pada kain tenunan Arakhne yang sangat indah, terlukiskan para dewa yang sedang berzina, berselingkuh, dan memperkosa banyak wanita. Adalah Poseidon dan Zeus, ayah Athena, yang paling banyak dilukiskan di sana.
Athena mengagumi karya Arakhne namun sangat murka dengan apa yang terlukis diatasnya. Ia tidak terima jika ada seorang manusia yang menjelek-jelekkan ayahnya. Athena pun menghancurkan hasil karya Arakhne.


Arakhne berubah menjadi laba-laba.
Kemudian ia menyentuh dahi Arakhne dan dengan kekuatannya, Athena membuatnya merasakan rasa bersalah dan rasa malu yang amat sangat. Tidak tahan dengan perasaan itu, Arakhne langsung berlari dan menggantung dirinya.
Namun Athena merasa kasihan dengan Arakhne yang tengah mati tergantung pada tali, hingga akhirnya Athena berkata, "HIiduplah!! wahai gadis penuh dosa!! Camkan pelajaran ini, dan kau serta keturunanmu akan terus bergantung dan melanjutkan apa yang biasa engkau lakukan!!"
Wujud Arakhne perlahan berubah. Tubuhnya mengecil dan menjadi seekor hewan yang kita kenal dengan sebutan laba-laba, untuk terus menenun selama hidupnya.

MITOS KUCING,.
Pernah mendengar mitos mayat akan bangkit bila dilompati kucing hitam? Cerita itu hanyalah satu dari sekian banyak mitos tentang kucing hitam dari penjuru dunia.

Kepercayaan kucing hitam memiliki aura mistik muncul sejak di zaman Babylonia kuno. Konon, saat itu kucing hitam dipersembahkan dalam upacara ritual untuk dibakar bersama sesaji lainnya.

Hal tersebut dilakukan karena masyarakat Babylonia Kuno menganggap kucing hitam dan ular merupakan lambang dari setan.

Pada abad pertengahan, di Eropa, beredar kabar kucing hitam adalah kawanan para penyihir. Di Jerman, ada kepercayaan, bila ada seekor kucing hitam yang lompat ke tempat tidur orang sakit, maka kematian akan datang pada orang itu.

Sementara masyarakat di wilayah Normandia, percaya, bila dalam perjalanan melihat seekor kucing hitam yang sedang menyebrang di tengah bulan purnama, maka akan terserang suatu epidemik atau wabah.

Di Finlandia,  kucing hitam dipercaya sebagai pengantar jiwa manusia yang sudah meninggal ke alam baka. Masyarakat Celts (Yunani kuno) percaya kucing hitam dapat memprediksi masa depan. Sedangkan para pendeta zaman kerajaan Inggris kuno (Druids) dipercaya kucing hitam merupakan jelmaan orang jahat yang dikutuk menjadi binatang.

Tak mau kalah, daratan Asia juga memiliki cerita mistis soal kucing hitam. Masyarakat China, yakin mereka akan terkena penyakit atau jatuh miskin bila ada kucing hitam bertandang ke rumahnya.

Sementara orang di daratan India, percaya, jiwa yang bereinkarnasi dapat dibebaskan dengan melempar kucing hitam ke api.

Di wilayah Benagali, India, ada legenda seorang wanita yang merubah manusia menjadi kucing hitam. Sehingga, setiap kucing hitam yang disakiti akan menyakiti wanita itu juga.

Kepercayaan lain mengatakan, kucing hitam adalah partner para penyihir untuk menyelesaikan pekerjaan jahat mereka. Mereka akan terbang dengan sapu lidi dan mulai membuat keributan.

1 komentar:

didin dan diah mengatakan...

hai cemua jangan lupa tinggalkan kommentar ya.......??

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates